Berita Zakat

September 29, 2007

kabar YDSF

Filed under: Nesw — beritazakat @ 9:38 am
 
29 September 2007
  100 Pemulung & 84 Yatim Semarakkan Pondok Ramadhan
    sering kali mereka tidak punya kesempatan untuk merasakan Ramadhan dengan belajar agama lebih intens seperti yang dilakukan masyarakat pada umumnya di bulan puasa … [ selengkapnya ]
28 September 2007
  YDSF Malang Salurkan Beasiswa Rp 152 juta lebih Bagi 941 Pelajar
    ”Kami bersyukur banyak pihak yang mendukung acara ini, khususnya PT Telkom Malang,” … [ selengkapnya ]
28 September 2007
  YDSF Tebar 1.000 Al-Quran
    Sekitar 1.000 mushaf Al-Quran akan disalurkan ke múshala/masjid desa terpencil di seluruh wilayah penyaluran YDSF, yang meliputi Jawa Timur dan sekitarnya … [ selengkapnya ]
12 September 2007
  Sambut Ramadhan, YDSF Gelar Pawai Zakat di 5 Kota Besar
    “Bunga adalah simbol kasih sayang” … [ selengkapnya ]
12 September 2007
  Pantomim Zakat di Bundaran HI
    Ada-ada saja cara orang mengingatkan berzakat. Tidak hanya dengan pawai atau karnaval pantomim pun bisa dijadikan alat untuk mengingatkan zakat. … [ selengkapnya ]
10 September 2007
  Ribuan Warga Surabaya Ikuti Pawai YDSF Sambut Ramadhan
    Ribuan donatur dan masyarakat umum Kota Surabaya, tumpah ruah mengikuti pawai dan jalan sehat yang diadakan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya menyambut datangnya bulan Ramadhan … [ selengkapnya ]
10 September 2007
  Dari Turnamen Golf Piala Gubernur BI untuk Pendidikan
    “Di tengah kegembiraan turnamen ini, BI ingin memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Budi Mulya ketua panitia turnamen. … [ selengkapnya ]

September 13, 2007

Pantomim Zakat di Bundaran HI

Filed under: Nesw — beritazakat @ 6:43 am

Pantomim Zakat di Bundaran HI

12 September 2007
JAKARTA – Ada-ada saja cara orang mengingatkan berzakat. Tidak hanya dengan pawai atau karnaval pantomim pun bisa dijadikan alat untuk mengingatkan zakat. Seperti yang dilakukan Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF).

Kegiatan yang diselenggarakan menyambut datangnya bulan Ramadhan ini diselenggarakan di Bundaran Hotel Indonesia pada Rabu (12/9).

YDSF mengemasnya dengan menarik. Empat orang dengan wajah dicat putih membawa stereoform satu per satu, yang jika digabung bertuliskan “dg zakat membawa manfaat”. Mereka tampak melakukan gerakan-gerakan lucu tanpa suara. Tak heran pantomim zakat itu menjadi tontonan menarik pengguna jalan yang memadati bundaran HI.

Selain itu sebanyak 10 orang membagikan bunga bertuliskan “Zakat Anda makin terasa manfaatnya” kepada 2000 pengguna jalan. Gadis-gadis penyebar bunga itu tampak cantik menggunakan selendang bertuliskan “Duta Zakat YDSF”. Untuk memeriahkan acara YDSF juga membentangkan spanduk-spanduk bertema ramadhan dan zakat di sekeliling bundaran HI.

Koordinator acara Muhammad Maududi mengatakan pihaknya merasa berkepentingan untuk mengingatkan masyarakat akan manfaat zakat. “Karena zakat membawa manfaat, maka kami mengajak masyarakat untuk menunaikannya,” ungkap pria bertubuh subur ini.

Tahun ini YDSF telah menggelar pawai, karnaval dan sebar bunga zakat di lima kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Jember.

 
 
 
 
 

September 10, 2007

SIAGA SEHAT DI PULOGADUNG, 220 PASIEN TERLAYANI bybmh

Filed under: Nesw — beritazakat @ 8:11 am

JAKARTA. Pemberdayaan masyarakat melalui program kesehatan dengan implementasi pemeriksaan dan pengobatan gratis kali ini dilakukan di lingkungan warga kecamatan Pulogadung, tapatnya di pelataran masjid Asy Syakirin. Aksi Siaga Sehat ini Rumah Zakat Indonesia melibatkan 13 orang relawan, tiga dokter, serta perwakilan remaja masjid.

Berkat sinergi yang baik dengan semua pihak yang terlibat, maka 220 pasien berhasil terlayani disertai dengan pendistribusian 500 kaleng kornet Superqurban. Selain itu, bazaar murah yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari pun mendapat sambutan yang hangat dari warga.

Kemeriahan bertambah ketikan rombongan media cetak dan elektronik hadir dalam acara kali ini, diantara yang hadir adalah H. Zaenal wartawan senior dari salah satu harian yang mengungkapkan ketertarikannya terhadap program Rumah Zakat dan akan mengupayakan kolom khusus. Reporter dari TV lokal Jakarta Jak TV pun datang dan memberikan apresiasi yang senada, sehingga akan mengalokasikan waktu untuk mengadakan liputan di Rumah Bersalin Gratis yang juga berlokasi di Pulogadung.***

Peduli Lansia dengan Prosmiling

Filed under: Nesw — beritazakat @ 8:05 am

Jumat, 07 September 2007

Kerjasama PT. Pos Indonesia – PKPU DIY
PKPU Online YOGYAKARTA − Satu lagi bentuk kepedulian yang diberikan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU. Pada Selasa (4/9/2007), Tim Medis PKPU Yogyakarta yang dikoordinir dr. Purnasari memberikan layanan kesehatan secara gratis kepada 63 orang lansia yang sedang mengambil dana pensiun di Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Program kesehatan gratis tersebut digelar di Pelataran parkir dalam PT. Pos Indonesia DIY sejak pukul 08.30 WIB sampai pukul 11.30 WIB, diberikan sebagai bentuk perhatian plus dari PT Pos Indonesia DIY kepada orang−orang yang telah membaktikan diri kepada negeri ini.

Selain lansia peserta pengobatan berasal dari masyarakat umum pengguna jasa pos. Para lansia berharap kegiatan kesehatan gratis ini dilakukan setiap bulan sekali, karena di usia lansia ini banyak sekali keluhan kesehatan yang mereka alami.

Penyakit terbanyak yang dialami lansia adalah penyakit tekenan darah tinggi atau hypertensi. Mewakili pihak PT Pos Indonesia Yogyakarta, Muhammad Noor mengucapkan banyak terima kasih kepada PKPU atas kerjasama selama ini. ”Semoga kegiatan seperti ini bisa berjalan rutin minimal seminggu sekali, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat,” ujarnya. (Muthori/Acep/PKPU Yogyakarta)

Semua Bisa dari Zakat

Filed under: Nesw — beritazakat @ 8:01 am

Senin, 10 September 2007

Ramadhan 1428 H

Semua Bisa dari Zakat

PKPU Online JAKARTA − Setiap umat Islam selalu diingatkan pada bulan ramadhan untuk segera membayar zakat, apakah zakat maal atau zakat fitrah. Zakat tersebut wajib dilaksanakan sesuai tuntunan yang telah diperintahkan oleh Allah SWT.

Membayar zakat tidak akan mengurangi harta kita. Malah sebaliknya, akan mengembangkan dan memberikan manfaat bagi harta kita sendiri, kecuali orang yang punya harta itu adalah orang yang kikir.

Zakat adalah sebagai salah satu bentuk hubungan secara vertikal dan horisontal. Betapa pentingnya amal shaleh yang bernama zakat itu. Karena itu, mumpung dalam bulan penuh rahmat dan berkah ini kita memiliki kesempatan untuk memperbanyak amal shaleh.

Bagi umat yang kelebihan harta, maka jangan sampai melupakan untuk membersihkan hartanya. Hakikat zakat yang diberikan kepada fakir miskin tersebut akan sangat membantu meringankan derita kaum dhuafa.

Dalam mendapatkan harta, setiap umat manusia diharapkan lebih selektif dan mencari dengan jalan yang berkah. Selanjutnya mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah dari harta tersebut.

Ramadhan tahun ini, PKPU kembali membuka program Ramadhan 1426 H diantaranya program buka puasa bersama dhuafa senilai Rp 20.000/orang, paket ramadhan senilai Rp 200.000/keluarga, serta voucher Ied untuk Yatim senilai Rp 150.000/orang.

Para dermawan ingin ikut membahagiakan para dhuafa di seluruh Indonesia saat Ramadhan nanti atau ingin bergabung bersama dermawan dan donatur lainnya dalam program tersebut. Silahkan hubungi PKPU Jl. Raya Condet Nomor 27−G Batu Ampar, Jakarta Timur. Telp. 021−87780015 ext. 106 atau SMS Ramadhan di nomor 081511997578. (Acep/PKPU)

Zakat untuk Rumah Sakit Gratis

Filed under: Nesw — beritazakat @ 4:14 am

Zakat untuk Rumah Sakit Gratis
Presiden dan Wakil Presiden, direncanakan akan meresmikan rumah sakit gratis di bilangan Menteng Jakarta Pusat. Rumah sakit yang ditopang dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf masyarakat.

Erie Sudewo, salah satu tokoh zakat Indonesia dan pendiri Dompet Dhuafa Republika, masih ingat pertanyaan Joko Gondrong, “Kapan DD punya rumah sakit?” Tanya Joko, sewaktu masih bergabung di Republika, pada 1994, dalam perjalanan menuju Lamongan, Jawa Timur.

Pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Sejak Dompet Dhuafa lahir, lembaga ini tak pernah henti kedatangan ribuan mustahik (orang miskin). Selain masalah ekonomi dan pendidikan, problem besar mustahik adalah kesehatan. Sakit bagi mustahik ibarat kiamat. Sementara, Dompet Dhuafa hanya tumbuh oleh kumpulan recehan-recehan dari masyarakat. Pun, nilainya tak sebanding dengan jumlah mustahik yang makin meruyak tiap harinya.

Pergulatan hebat berkecamuk di batin Erie Sudewo kala itu. Dompet Dhuafa punya rumah sakit rasanya muskil. Hingga pada tahun 2000, Dompet Dhuafa mulai meyakinkan langkah menjawab berjuta keraguan itu. Banyak orang pesimis, namun tak berkurang yang datang memberi dukungan. Bagi sebagian yang tidak yakin, menawarkan sebuah solusi silang. Perpaduan, antara layanan kesehatan gratis dengan komersil.

Namun Dompet Dhuafa menolak, dengan keyakinan bahwa dana zakat abadi. Dompet Dhuafa melihat kemuskilan ini dengan kacamata zakat. Sebaliknya, subsidi silang lebih pada pendekatan bisnis semata. Dompet Dhuafa tak menghendaki, ada perbedaan cara tersenyum dalam melayani para pasien. Jika yang membayar, disambut ramah. Sementara yang gratis, dengan tampang cemberut. Ini sebuah ketidakadilan yang harus dikikis.

LKC, diakui berbagai pihak sebagai program pendayagunaan dana zakat yang cukup fenomenal. Dari data pasien rawat jalan dan rawat inap, sudah mencapai 150.000 pasien dari warga miskin yang berobat ke LKC, sejak tahun 2000. Untuk tahun 2007 ini, member tetap di LKC 55.000 mustahik. Dari 55.000 anggota, rata-rata 100 kunjungan pasien per hari. Itu di luar pasien rujukan dan spesialis. Dalam setahun, rata-rata 36.500 mustahik yang tertangani, mereka mayoritas dari wilayah Jakarata, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Dalam melayani kesehatan mustahik ini, LKC menebar maslahat melalui luar gedung dan dalam gedung. Aksi di luar seperti pengobatan masal, aksi medis bencana alam, dan sebagainya. Sementara, layanan dalam gedung berpusat di gerai sehat Ciputat. Gerai sehat salah satu program utama LKC. Sebuah klinik dengan layanan kesehatan, yang didirikan di tengah masyarakat kurang mampu. Selain di Ciputat, LKC juga memiliki cabang di Cipulir dan Bekasi.

Adapun, layanan dalam gedung LKC memiliki sembilan unit layanan. Yakni: rawat jalan (umum, gigi, spesialis), rawat inap dan rujukan rumah sakit, kebidanan, farmasi, laboratorium, radiology, layanan gizi, dan pemeriksaan diagnostik lainnya.

Rumah Sehat Sunda Kelapa
Belajar pada pengelolaan LKC Ciputat, Dompet Dhuafa dengan dukungan besar dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan LAZ Masjid Agung Sunda Kelapa, membuka Rumah Sehat Sunda Kelapa. Kali ini, lebih besar dan lebih lengkap dari LKC Ciputat. Berada di pusat kawasan Menteng – dikenal sebagai kawasan elit – sehingga banyak orang bertanya, adakah mustahik di sana? Atau ini hanya sebuah wadah pameran kebajikan.

Atas keraguan ini Presiden Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi mengungkapkan. Pemilihan tempat di tengah komunitas mapan di Menteng ini, sebagai sarana menjalin kedekatan kalangan muzaki (orang kaya) dengan mustahik. Selain faktor komitmen tinggi, dari pengurus Masjid Sunda Kelapa yang nantinya akan mengelola rumah sakit ini. Bahkan pembiayaan terbesar dari pembangunan rumah sakit ini berasal dari jamaah Masjid Agung Sunda Kelapa. Jika pada kesempatan lain, ada pihak yang menghendaki bekerjasama untuk membangun rumah sakit di pinggiran, seperti LKC Ciputat, dengan senang hati BAZNAS dan Dompet Dhuafa akan menjalankannya.

Rahmad Riyadi juga mengatakan, selama ini pendayagunaan zakat selalu berada di daerah pinggiran. Belum ada program layanan gratis yang dikembangkan di pusat kota. Jika muzaki ingin melihat langsung pemanfaatan zakatnya, mesti pergi jauh ke pelosok yang belum tentu mereka memiliki waktu. Selain itu, Rumah Sakit gratis di jantung kota ini juga untuk melayani kaum miskin di Ibu Kota yang jumlahnya tak kalah banyak dengan di pinggiran. “Yang tidak ada orang miskin itu kan di perumahan elitnya. Tapi kalau kita lihat di sudut-sudut gang, fakir miskin di jantung kota ini amat mudah ditemui. Menjamur malah”, tandas Rahmad meyakinkan.

Akan Diresmikan Presiden
Hari Senin lalu, Wakil Presiden Yusuf Kalla, di kediamannya di Menteng Jakarta Pusat, berbincang tentang kesehatan bagi kaum dhuafa. Dari silaturahim, antara direksi BAZNAS dan Dompet Dhuafa pagi itu, mencuat kegalauan hatinya, jika membandingkan penanganan kesehatan di luar negeri dengan di Indonesia.

Ia prihatin melihat cara dokter di Indonesia dalam menangani pasien. Menurutnya, dokter Indonesia terlalu sibuk sehingga tidak teliti. Cara melayani pasien dalam bentuk konsultasi masih asal-asalan. Sementara harga obat mahal. Dokter juga memberi obat terlalu banyak, dengan harapan, satu dari sekian obat bisa menyembuhkan.

Sebaliknya, di luar negeri, dokter memberi waktu konsultasi cukup lama dan teliti. Resep yang diberikan pendek, dengan biaya obat murah. Wajar, jika 5 – 10 persen orang kaya di Indonesia, jika di atas sakit kepala memilih berobat ke luar negeri. Sikap semacam ini, diakui Yusuf Kalla berbahaya, karena bisa berdampak pada hilangnya kepercayaan.

Sementara itu, dalam penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat miskin, Yusuf Kalla mendukung langkah-langkah strategis yang dilakukan BAZNAS dan Dompet Dhuafa, dengan mendirikan layanan kesehatan gratis. Hal ini menanggapi akan diresmikannya Rumah Sehat Sunda Kelapa. Sedianya, rumah sakit empat lantai, yang berlokasi di halaman Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, ini, selain akan diresmikan Wapres Yusuf Kalla juga oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (14/9) nanti.

Meski akan diresmikan oleh Presiden dan Wakil Presiden, namun rumah sakit ini dibangun murni dari dana zakat, infak, dan wakaf masyarakat. Hal ini makin menguatkan, bahwa jika dana zakat dikelola secara amanah dan profesional melalui lembaga zakat, sejatinya mampu menunjukkan kekuatannya. Rencana kehadiran Presiden dan Wakil Presiden dalam acara itu, bukan sebuah panggung yang disedikan Dompet Dhuafa maupun BAZNAS. Melainkan sebuah harapan akan sebuah keberpihakan para pemimpin negeri ini pada masyarakat dhuafa.

Terlebih, berharap sebuah keberpihakan yang serius dari pemerintah pada masa depan zakat di Indonsia. Setelah melihat, fakta-fakta peran zakat yang dikelola secara benar.

Republika 070907

sunaryo adhiatmoko

September 4, 2007

GELAR PEDULI BUKOPIN SYARIAH

Filed under: Nesw — beritazakat @ 5:04 am

MEDAN. Tahun 2007 ini PT. Bukopin Tbk. memperingati hari jadinya yang ke-37 dengan melaksanakan khitanan massal gratis bersama Rumah Zakat Indonesia cabang Medan. Kegiatan dilaksanakan di kantor Bukopin Syariah di Jl. S. Parman Medan dengan target peserta masyarakat kurang mampu di sekitar Bank serta anak asuh Rumah Zakat. Maka pada pertengahan Juli ini pun sebanyak 76 anak berhasil dikhitan.

Menurut Hj Samiah Najwa Nasution, Relationship Officer Bukopin Syariah, acara khitanan massal ini merupakan wujud kepedulian Bukopin kepada masyarakat sekitar. Pak Ucok selaku Kepala Lingkungan 9 Kelurahan Petisah Hilir menyampaikan bahwa kegiatan yang sangat jarang diadakan seperti ini sebenarnya sangat dinanti oleh masyarakat. Wajar saja, karena memang daerah sekitar Bukopin merupakan pemukiman pinggiran sungai yang dihuni masyarakat menengah ke bawah.

Rudi (12) warga Jl. Pancasila salah seorang perserta khitan mengatakan, “Saya tidak takut, karena rame – rame dengan teman, mereka kan di sunat juga …” paparnya saat ditanya tentang apa perasaannya saat dikhitan.

Khitanan massal merupakan agenda rutin Rumah Zakat yang termasuk dalam focused program HealthCare. Sebelumnya Rumah Zakat Indonesia cabang Medan telah dua kali mengadakan kegiatan khitanan massal, disamping aksi Siaga Sehat berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis yang rutin dilaksanakan tiap bulannya. Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan di kota Medan, Rumah Zakat berencana untuk mendirikan Rumah Bersalin Gratis (RBG) menjelang bulan Ramadhan. Rumah Zakat berharap keberadaan RBG dapat menjadi salah satu instrumen yang turut menekan angka kematian ibu ketika melahirkan di Indonesia mengingat di tahun 2006 angka kematian ibu melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.***by RZI

INDOSAT PEDULI KESEHATAN IBU DAN ANAK byrzi

Filed under: Nesw — beritazakat @ 5:03 am

JAKARTA. PT Indosat kembali menunjukan kepeduliannya dalam membantu masyarakat kurang mampu, khususnya untuk kesehatan ibu dan anak di daerah Yogyakarta. Kepedulian ini ditunjukan dengan menjalin kerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia untuk mengoperasikan mobil klinik keliling kesehatan ibu dan anak. Kerjasama program ini disepakati dan ditandatangani CEO Rumah Zakat Indonesia Virda Dimas Ekaputra dan Direktur Utama Indosat, Johnny Swandi Syam.

Secara simbolis serah terima bantuan ini dilakukan PR Manager PT Indosat Djarot Handoko kepada Virda Dimas di kantor pusat Indosat, Jl. Merdeka Barat No. 21 Jakarta. “Kami berharap bantuan ini bisa mengurangi angka kematian ibu melahirkan di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Kami melihat permasalahan kesehatan ibu dan anak adalah hal serius yang harus diatasi,” tandas Djarot di sela-sela penandatanganan nota kerjasama.

Dalam kesepakatan tersebut dijelaskan bahwa mobil klinik nanti akan dilengkapi dengan peralatan USG dan praktek dokter umum. Harapannya, dengan peralatan tersebut layanan bisa menjangkau pelosok-pelosok yang belum terdapat layanan kesehatan ibu dan anak.

Hadir dalam penandatanganan tersebut PT New Armada sebagai mitra pengadaan mobil klinik. “Kita akan berikan best effort untuk mensukseskan program ini, ” jelas salah seorang wakil New Armada yang hadir dalam penandatangan nota kerjasama tersebut.

Jika tidak ada aral melintang, mobil klinik kesehatan ibu dan anak akan siap melayani masyarakat Yogyakarta Oktober mendatang. Armada mobil klinik ini akan melengkapi layanan Rumah Bersalin Gratis (RBG) yang sudah lebih dulu hadir untuk masyarakat Yogyakarta.

Selain Rumah Zakat Indonesia, Indosat juga memberikan bantuan sejenis melalui Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) untuk daerah oprasional Jakarta Raya. ***

Blog at WordPress.com.