Berita Zakat

October 30, 2007

UPZ BAZNAS untuk Gedung DPR/MPR

Filed under: Nesw — beritazakat @ 6:22 am


Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional Nasional (BAZNAS) akhirnya berhasil juga menghadirkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di gedung DPR.

Pada Rabu 10 Oktober 2007 lalu, BAZNAS meresmikan UPZ di gedung DPR yang ditujukan untuk melayani para muzaki, pembayar zakat, dalam rangka memudahkan mereka menyerahkan zakatnya.

Target muzaki dari UPZ BAZNAS di gedung DPR ini adalah para pejabat DPR, MPR, DPD dan seluruh orang yang berkantor disana yang tergolong wajib membayar zakat. Selain resmi beroperasi, pada saat itu pula UPZ tersebut sekaligus secara langsung menerima pembayaran zakat pertama dari Ketua DPR, Agung Laksono. Pembayaran zakat ini diikuti oleh Wakil Ketua MPR, AM Fatwa dan beberapa pejabat di lingkungan DPR, MPR dan DPD.

Kehadiran UPZ ini dinilai sangat penting oleh Ketua Umum BAZNAS, Didin Hafidhuddin. Karena selain untuk membiasakan berzakat melalui lembaga juga untuk menumbuhkan kesadaran anggota DPR bahwa zakat bukan semata-mata kesukarelawanan, tetapi merupakan suatu instrumen publik.

Dalam sambutannya, Keua DPR  mendukung upaya amandemen UU No. 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat yang sedang diajukan BAZNAS ke DPR sebagai agenda Prolegnas 2008.

 

October 24, 2007

Pembukaan Konferensi Zakat Internasional Meriah

Filed under: DZAT — beritazakat @ 6:50 am

PADANG- Konferensi Zakat Internasional (KZI) secara resmi dibuka oleh Mensos Bachtiar Chamsyah, Selasa (30/10) di lapangan Imam Bonjol Padang. Pembukaan KZI diahadiri oleh lebih kurang 300 peserta dari berbagai provinsi dan sejumlah negara di Asia Tenggara, Syria, Jerman, Australia, Aman dan negara lainnya.

Tepat pukul 16.30 Bachtiar Chamsyah didampingi Sekda Provinsi Yohannes Dahlan Walikota Padang Fauzi Bahar dan  Wakil Walikota Yusman Kasim memasuki lapangan Imam Bonjol diiringi dengan pukulan gendang tasa. Sejalan dengan iring-iringan tersebut, masyarakat yang sudah ramai menunggu sejak jam 2 siang, langsung bertepuk tangan dan memberikan aplus yang meriah.

 

Setelah menerima sambutan selamat datang melalui tari pasambahan dengan sirih di carano, Bachtiar diirngi sejumlah pejabat dan peserta KZI, menaiki tribun kehormatan  dan duduk bersila.

 

Di antara undangan tampak anggota DPR RI Patrialis Akbar, Kapten Effiyardi  yang urang awak, pengurus MUI Sumbar, pengurus bazda dan pejabat dilingkungan pemko Padang dan Pemprov Sumbar.

 

Dalam sambuatannya Fauzi Bahar meminta agar sekretariat Zakat internasional itu dipusatkan di Padang. Sementara Bachtiar Chamsyah meminta agar usul Fauzi Bahar dapat dipertimbangkan.

 

Pembukaan KZI secra resmi ditandai dengan raungan sirene dan pelepasan balon serta sentakan mercon yang diiringi tepuk tangan oleh sekitar 10.000 orang warga Padang yang memadati  Imam Bonjol.

 

Usai peresmian KZI, Bachtiar Chamsyah berkenan melakukan pengguntingan pita tanda dibukanya Islamic Fair di Gedung Bgd Aziz Chan Padang (nit)

October 10, 2007

Zakat Jadi Kekuatan Ekonomi

Filed under: Nesw — beritazakat @ 4:45 am
 

MAKASSAR (SINDO) – Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menilai zakat, sedekah, dan infak yang dikelola Badan Amil Zakat (BAZ) bisa menjadi kekuatan ekonomi.Menurut, Ilham indikator yang mencuat dalam pengelolaan zakat, sedekah dan infak di Pemerintahan Kota Makassar melalui BAZ yaitu, jumlah modal usaha yang sudah banyak diberikan kepada masyarakat miskin dan seyogianya sudah mengubah dan membentuk kelas baru, yaitu pembentukan masyarakat untuk dapat menopang kehidupannya. “Lembaga Badan Amil Zakat yang terbentuk dengan pengelolaan zakat, sedekah dan infak yang cukup baik dapat kita rasakan dalam dua tahun terakhir,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Pihaknya percaya bahwa orang-orang yang ada dalam lembaga BAZ adalah orang yang bisa membawa amanah. Hal ini terbukti melalui pengelolaan, penerimaan dan pemanfaatan zakat,sedekah dan infak kepada masyarakat yang memang berhak atas zakat, sedekah dan infak tersebut. Sementara itu, Kepala Penyuluhan Zakat dan Wakaf,Departemen Agama Kota Makassar, Isman Nurdin mengatakan, penerimaan zakat, sedekah dan infak melalui BAZ di kota Makassar belum sepenuhnya terpenuhi secara maksimal.

Yang jelasnya, pihaknya akan tetap mengupayakan agar penerimaan zakat dapat dilakukan optimal melalui sosialisasi ke masyarakat. Melalui edaran wali kota untuk pembentukan unit pengumpul zakat,secara otomatis telah mengakomodir masyarakat dalam pemberantasan kemiskinan di Kota Makassar. “Dulunya pengumpulan zakat, infak dan sedekah hanya terbatas di lingkungan departemen agama, yang pemanfaatannya terbukti kepada masyarakat yang kurang mampu.

Sejalan dengan itu, pemerintah melalui amanat UU dan perda telah memberikan hasil dengan pembentukan 100 Unit Penerima Zakat (UPZ) di unit kerja pada lingkungan pemerintahan dan perusahaan daerah,” jelas Isman. Menanggapi tentang adanya pegawai yang keberatan dengan pengambilan zakat melalui pemotongan gaji,Isman mengatakan, hal tersebut merupakan keterbatasan sosialisasi saja. Kebutuhan untuk menafkahi muzakki (penerima zakat) adalah kewajiban bersama, namun ketentuannya apabila hanya dengan memberikan uang, pemanfaatannya tidak akan optimal bagi mereka.

Diharapkan agar pemberian Mufakki (pemberi zakat) dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memberantas kemiskinan sesuai dengan amanah Alquran.Salah satu contoh, kerja sama pemberian life skill kepada anak jalanan dan gepeng yang memungkinkan mereka untuk dapat menghidupi dirinya tanpa bergantung kepada penghasilan orang lain.

“Nantinya kita akan membuat penerimaan serta perencanaan pengelolaan zakat, infak dan sedekah secara tersurat atas muzakki sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menilai negatif atas optimalisasi kinerja lembaga ini,” kunci Isman. Sementara itu, Pemkot Makassar telah memulangkan sedikitnya 66 gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta delapan Anak Jalanan (Anjal) ke daerah mereka masing-masing, kemarin. Gepeng dan Anjal yang terjaring tersebut,berasal dari daerah Maros, Jenneponto dan Takalar. Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Ibrahim Saleh mengatakan, selama bulan Ramadan ini, Kota Makassar sedikit bersih dari anjal dan gepeng. (haryuna rahman)

Blog at WordPress.com.