MAKASSAR (SINDO) – Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menilai zakat, sedekah, dan infak yang dikelola Badan Amil Zakat (BAZ) bisa menjadi kekuatan ekonomi.Menurut, Ilham indikator yang mencuat dalam pengelolaan zakat, sedekah dan infak di Pemerintahan Kota Makassar melalui BAZ yaitu, jumlah modal usaha yang sudah banyak diberikan kepada masyarakat miskin dan seyogianya sudah mengubah dan membentuk kelas baru, yaitu pembentukan masyarakat untuk dapat menopang kehidupannya. “Lembaga Badan Amil Zakat yang terbentuk dengan pengelolaan zakat, sedekah dan infak yang cukup baik dapat kita rasakan dalam dua tahun terakhir,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.
Pihaknya percaya bahwa orang-orang yang ada dalam lembaga BAZ adalah orang yang bisa membawa amanah. Hal ini terbukti melalui pengelolaan, penerimaan dan pemanfaatan zakat,sedekah dan infak kepada masyarakat yang memang berhak atas zakat, sedekah dan infak tersebut. Sementara itu, Kepala Penyuluhan Zakat dan Wakaf,Departemen Agama Kota Makassar, Isman Nurdin mengatakan, penerimaan zakat, sedekah dan infak melalui BAZ di kota Makassar belum sepenuhnya terpenuhi secara maksimal.
Yang jelasnya, pihaknya akan tetap mengupayakan agar penerimaan zakat dapat dilakukan optimal melalui sosialisasi ke masyarakat. Melalui edaran wali kota untuk pembentukan unit pengumpul zakat,secara otomatis telah mengakomodir masyarakat dalam pemberantasan kemiskinan di Kota Makassar. “Dulunya pengumpulan zakat, infak dan sedekah hanya terbatas di lingkungan departemen agama, yang pemanfaatannya terbukti kepada masyarakat yang kurang mampu.
Sejalan dengan itu, pemerintah melalui amanat UU dan perda telah memberikan hasil dengan pembentukan 100 Unit Penerima Zakat (UPZ) di unit kerja pada lingkungan pemerintahan dan perusahaan daerah,” jelas Isman. Menanggapi tentang adanya pegawai yang keberatan dengan pengambilan zakat melalui pemotongan gaji,Isman mengatakan, hal tersebut merupakan keterbatasan sosialisasi saja. Kebutuhan untuk menafkahi muzakki (penerima zakat) adalah kewajiban bersama, namun ketentuannya apabila hanya dengan memberikan uang, pemanfaatannya tidak akan optimal bagi mereka.
Diharapkan agar pemberian Mufakki (pemberi zakat) dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memberantas kemiskinan sesuai dengan amanah Alquran.Salah satu contoh, kerja sama pemberian life skill kepada anak jalanan dan gepeng yang memungkinkan mereka untuk dapat menghidupi dirinya tanpa bergantung kepada penghasilan orang lain.
“Nantinya kita akan membuat penerimaan serta perencanaan pengelolaan zakat, infak dan sedekah secara tersurat atas muzakki sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menilai negatif atas optimalisasi kinerja lembaga ini,” kunci Isman. Sementara itu, Pemkot Makassar telah memulangkan sedikitnya 66 gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta delapan Anak Jalanan (Anjal) ke daerah mereka masing-masing, kemarin. Gepeng dan Anjal yang terjaring tersebut,berasal dari daerah Maros, Jenneponto dan Takalar. Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Ibrahim Saleh mengatakan, selama bulan Ramadan ini, Kota Makassar sedikit bersih dari anjal dan gepeng. (haryuna rahman)


























