Berita Zakat

January 31, 2008

Zakat Bank Rakyat untuk Usaha Rakyat

Filed under: Nesw — beritazakat @ 5:14 am

Kamis, 31 Januari 2008

Sejarah menyebutkan Bank BRI didirikan berawal dari kas masjid. Tujuan awal pendirian bank tersebut adalah untuk membantu perekonomian masyarakat Indonesia terutama yang bergerak di sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Agaknya, semangat tersebut juga yang melandasi Lembaga Amil Zakat Nasional Yayasan Baitul Mal (Laznas YBM) BRI menjadikan pengembangan usaha mikro sabagai salah satu fokus penyaluran dana zakat.

Menurut Ketua Pelaksana Laznas YBM BRI, Mohammad Nasir, sejak 2002, Laznas tersebut menyalurkan bantuan pengembangan usaha mikro bagi berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Terutama, bagi masyarakat yang memiliki komitmen wira usaha kuat tapi tidak dapat mengakses layanan perbankan (unbankable).

”BRI itu kan sejarahnya memang lahir dari kas masjid untuk kepentingan usaha kecil. Karena itu, kita ingin tetap membantu mereka,” katanya kepada Republika, Rabu, (30/1). Ketidakmampuan mereka sehingga unbankable, kata dia, karena keterbatasan jaminan.

Nasir menyebutkan, penyaluran dana zakat diharapkan bisa mendorong perkembangan usaha masyarakat unbankable dengan pesat. Dengan demikian, status mereka bisa ditingkatkan dari unbankable menjadi bankable. ”Ketika sudah bankable, Bank BRI yang akan membina. Ini yang dinamakan dengan pembinaan berkelanjutan,” katanya.

Hingga akhir tahun lalu, Laznas YBM BRI menyalurkan dana ZIS sebesar Rp 300 juta untuk membantu sekitar 520 pedagang kecil. Mereka tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Namun, sebagian besar pedagang penerima bantuan memang berdomisili di wilayah Jadebotabek.

”Masing-masing pedagang mendapatkan bantuan antara Rp 1-5 juta. Ada yang pedagang buah, pedagang kain dan macam-macam,” ungkap Nasir yang menyebutkan sejak 2002 hingga tahun lalu, 700 pedagang telah dibantu Laznas YBM BRI.

Mengenai proses pengajuan calon penerima bantuan, Nasir menyebutkan, mereka biasanya diajukan oleh kantor cabang dan unit BRI. Tujuannya, agar karyawan BRI tidak hanya menjadi agen bisnis perbankan tapi juga agen kepedulian sosial. ”Nah biasanya diajukan oleh cabang melalui karyawan BRI di daerah. Itu karena mereka juga agen sosial,” katanya.

Hingga akhir tahun lalu, penjaringan dana ZIS Laznas YBM BRI tercatat sebesar Rp 3,86 miliar atau meningkat 26,81 persen dibandingkan 2006 yang nilainya Rp 3,044 miliar. Hingga akhir tahun ini, Laznas YBM BRI memproyeksi peningkatan penjaringan dana ZIS minimal 10 persen menjadi sekitar Rp 4,5 miliar.

Untuk merealisasikan hal tersebut, menurut Nasir, Laznas YBM BRI akan mengoptimalkan sosialisasi sadar zakat bagi seluruh karyawan BRI. Selain itu, tahun ini pembayaran zakat yang dilakukan secara sukarela akan dicatat dalam slip gaji. Maksudnya, kata dia, agar lebih transparan.

Laznas YBM BRI pertama kali berdiri pada 2001. Saat bersamaan, Laznas tersebut menjadi anggota Forum Zakat (FoZ). Selanjutnya, pada 2002, Laznas ini mendapatkan pengakuan resmi sebagai lembaga amil zakat nasional dari Departemen Agama (Depag).

republika (aru )

Blog at WordPress.com.